Tampilkan postingan dengan label Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2012

INDUSTRI DAN KLASIFIKASINYA

Berdasarkan produksinya
1.      Industri Primer : Bahan mentah menjadi setengah jadi
2.      Industri Sekunder : Barang setengah jadi menjadi barang jadi
3.      Industri Tersier : meliputi industri jasa ataupun industri lanjutan yang mengolah bahan industri sekunder.
Industri hilir
-          Merupakan perpanjangan proses dari industri hulu.
-          Pada umumnya industri ini mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Lokasinya selalu diupayakan dekat pasar. Menggunakan teknologi madya dan teruji, Banyak menyerap tenaga kerja.
Contoh :    industri lembaran besi dan baja menjadi industri  pipa, seng, dan kawat.
Industri kecil
-          Industri ini banyak berkembang di pedesaan maupun di kota.
-          Industri kecil peralatannya sederhana. Walaupun hakekat produksi sama dengan industri hilir, tapi sistem pengolahannya lebih sederhana. Sistem tata letak pabrik, pengolahan limbah belum mendapat perhatian,Industri ini banyak menyerap tenaga kerja.
Contoh :  industri kue tradisional, barang kerajinan tangan , cenderamata, dan produk khas daerah

Kamis, 27 Desember 2012

SINTESIS BAHAN ANORGANIK INDUSTRI

Dikarenakan struktur senyawa anorganik biasanya lebih sederhana daripada senyawa organik, sintesis senyawa anorganik telah berkembang dengan cukup pesat dari awal kimia modern. Banyak pengusaha dan inventor secara ekstensif mengeksplorasi sintesis berbagai senyawa yang berguna. Dengan kata lain sintesis senyawa anorganik bermanfaat besar secara aktif dilakukan sebelum strukturnya atau mekanisme reaksinya diklarifikasi. Beberapa contoh khas diberikan di bawah ini.

A.   Natrium karbonat Na2CO3

Sepanjang sejarah industri kimia, persediaan natrium karbonat Na2CO3, soda, merupakan isu penting. Soda adalah bahan dasar penting bukan hanya untuk keperluan sehari-hari (seperti sabun) tetapi juga untuk produk industri yang lebih canggih (seperti gelas). Proses Leblanc dapat menghasilkan soda dengan kualitas lebih baik daripada metoda sebelumnya. Namun, proses ini menghasilkan sejumlah produk samping seperti asam sulfat, asam khlorida, kalsium khlorida, kalsium sulfida dan hidrogen sulfida. Satu abad setelah usulan proses Leblanc, inventor Belgia Ernest Solvay (1838-1922) mengusulkan proses Solvay (proses soda-amonia), yang lebih maju dari aspek kimia dan teknologi. Keuntungan terbesar proses Solvay adalah penggunaan reaktor tanur bukannya reaktor tangki. Air garam yang melarutkan amonia dituangkan dari puncak tanur dan karbondioksida ditiupkan keda lam tanur dari dasar sehingga produknya akan secara kontinyu diambil tanpa harus menghentikan reaksi. Sistem Solvay menurunkan ongkos secara signifikan, dan akibatnya menggantikan proses Leblanc.

B.     Asam Sulfat

Proses yang lebih praktis untuk menghasilkan asam sulfat dikenalkan yakni dengan cara memanaskan belerang dengan kalium nitrat KNO3. Awalnya pembakaran dilakukan di wadah gelas besar yang mengandung air. Asam sulfat yang terbentuk terlarut dalam air. Walaupun proses kedua (SO2 –>SO3) lambat dan endotermik, dalam proses ini oksida nitrogen nampaknya berfungsi sebagai katalis yang mempromosikan reaksi ini.

Dengan meningkatnya kebutuhan asam sulfat khususnya dengan berkembangnya proses Leblanc yang membutuhkan asam sulfat dalam kuantitas besar, alat baru, proses kamar timbal yang menggunakan ruangan yang dilapisi timbal sebagai ganti wadah gelas dikenalkan yang membuat produksi skala besar dimungkinkan. Produksi asam sulfat skala besar otomatis berarti pembuangan nitrogen oksida yang besar juga. Sedemikian besar sehingga pada waktu itupun bahaya ke lingkungannya tidak dapat diabaikan.

C.    Amonia dan asam nitrat


Nitrat (garam dari asam nitrat) sejak zaman dulu dibutuhkan banyak sebagai bahan baku serbuk mesiu. Namun, persediaannya terbatas, dan kalium nitrat yang ada secara alami adalah bahan baku utama yang tersedia. Di abad 19 ketika skala perang menjadi besar, kebutuhan nitrat menjadi membesar, dan kalium nitrat yang ada secara alami tidak dapat memenuhi permintaan. Selain itu, nitrat diperlukan sebagai bahan baku pupuk buatan. Di akhir pertengahan abad 19 kimiawan Jerman Justus von Liebig (1803-1873) membuktikan kefektifan dan pentingnya pupuk buatan. Masalah yang menghalangi pemakaian bear-besaran pupuk buatan adalah harganya yang tinggi, khususnya pupuk nitrogen.Proses modern untuk menghasilkan asam nitrat HNO3 adalah okidasi amonia di udara. Dalam proses ini, amonia dicampur dengan udara berlebih, dan campurannya dipanaskan sampai temperatur tinggi dengan katalis platina. Amonia akan diubah menjadi nitrogen oksida NO, yang kemudian dioksidasi lebih lanjut di udara menjadi nitrogen dioksida NO2. Nitrogen dioksida direaksikan dengan air menghasilkan asam nitrat. Metoda ini dikembangkan oleh Ostwald, kimiawan yang banyak memberikan kimia katalis, dan disebut proses Ostwald.

Senin, 17 Desember 2012

Jenis Limbah Industri ( PB 11 SPB 3 )

Berdasarkan materinya, limbah dibagi menjadi : 
1. Unsur Kimia 
Contoh : Timbal ( Pb ), Arsen ( As ), Air Raksa ( Hg ) 
2. Senyawa Kimia 
Contoh : Asam Sulfida (H2S), Karbondioksida ( CO2 ) 
3. Materi Gabungan Bahan 
Contoh : Sampah rumah tangga dan limbah pabrik 

Berdasarkan materi penyusunnya, Limbah materi gabungan dibedakan lagi menjadi : 
1. Sampah organik 
2. Sampah anorganik 
3. Sampah khusus yaitu sampah yang tersusun oleh bahan berbahaya B3, bahan beracun, dan radio aktif yang memerlukan penanganan khusus untuk menghindari bahaya yang akan ditimbulkan. 
         Yang termasuk sampah khusus adalah sisa nuklir, batu baterai yang sudah tidak dipakai) 

Berdasarkan wujudnya, limbah dibagi menjadi : 
1. Limbah Padat contoh : kaca, plastik, sisa logam
2. Limbah Cair contoh : air raksa, minyak, pestisida
3. Limbah Gas contoh ; gas dinitrogen monoksida ( N2O ) , gas metan ( CH4 ) 

Limbah berdasarkan Nilai Ekonominya, dibagi menjadi
1. Limbah Ekonomis yaitu limbah dengan proses lanjut akan memberikan nilai tambah. Misalnya: ampas tempe dapat dibuat tahu dan oncom
2. Limbah Nonekonomis yaitu limbah yang diolah dalam proses bentuk apapun tidak akan memberikan nilai tambah, kecuali mempermudah sistem pembuangan. Limbah jenis ini yang sering menjadi persoalan pencemaran dan merusakkan lingkunga.