Fasa cair yang berupa sistem dua atau multi komponen, yakni
larutan juga sangat penting. Larutan terdiri atas cairan yang melarutkan zat (
pelarut) dan zat yang larut di dalamnya (
zat terlarut). Pelarut tidak harus cairan, tetapi dapat berupa padatan atau gas asal dapat melarutkan zat lain. Sistem semacam ini disebut
sistem dispersi. Untuk sistem dispersi, zat yang berfungsi seperti pelarut disebut
medium pendispersi, sementara zat yang berperan seperti zat terlarut disebut dengan
zat terdispersi (dispersoid).
Konsentrasi larutan didefinisikan dengan salah satu dari ungkapan berikut:
1. persen massa (%) =(massa zat terlarut/ massa larutan) x 100
2. molaritas (konsentrasi molar) (mol dm
-3) =(mol zat terlarut)/(liter larutan)
3. molalitas (mol kg
-1) =(mol zat teralrut)/(kg pelarut)
Tekanan uap cairan adalah salah satu sifat penting larutan. Tekanan uap
larutan juga penting dan bermanfaat untuk mengidentifikasi larutan.
Dalam hal sistem biner, bila komponennya mirip ukuran molekul dan
kepolarannya, misalnya benzen dan toluen, tekanan uap larutan dapat
diprediksi dari tekanan uap komponennya. Hal ini karena sifat tekanan
uap yang aditif. Bila larutan komponen A dan komponen B dengan fraksi
mol masing-masing adalah x
A dan x
B berada dala kesetimbangan dengan fasa gasnya tekanan uap masing-masing komponen sebanding dengan fraksi molnya dalam larutan.
Sebagaimana juga perilaku gas nyata berbeda dengan perilaku gas ideal,
perilaku larutan nyata berebeda dengan perilaku larutan ideal, dengan
kata lain berbeda dari hukum Raoult. Gambar 7.7(a) menunjukkan kurva
tekanan uap sistem biner dua cairan yang cukup berbeda polaritasnya,
aseton Me
2CO dan karbon disulfida CS
2. Dalam hal
ini, penyimpangan positif dari hukum Raoult (tekanan uap lebih besar)
diamati. Gambar 7.7(b) menunjukkan tekanan uap sistem biner aseton dan
khloroform CHCl
3. Dalam kasus ini, penyimpangan negatif dari
hukum Raoult diamati. Garis putus-putus menunjukkan perilaku larutan
ideal. Peilaku larutan mendekati ideal bila fraksi mol komponen
mendekati 0 atau 1. Dengan menjauhnya fraksi mol dari 0 atau 1,
penyimpangan dari ideal menjadi lebih besar, dan kurva tekanan uap akan
mencapai minimum atau maksimum.
Bila dibandingkan tekanan uap larutan pada suhu yang sama lebih rendah
dari tekanan uap pelarutnya. Jadi, titik didih normal larutan, yakni
suhu saat fasa gas pelarut mencapai 1 atm, harus lebih tinggi daripada
titik didih pelarut. Fenomena ini disebut dengan kenaikan titik didih
larutan.
Membran berpori yang dapat dilalui pelarut tetapi zat terlarut tidak
dapat melaluinya disebut dengan membran semipermeabel. Bila dua jenis
larutan dipisahkan denga membran semipermeabel, pelarut akan bergerak
dari sisi konsentrasi rendah ke sisi konsentrasi tinggi melalui membran.
Fenomena ini disebut osmosis. Membran sel adalah contoh khas membran
semipermeabel. Membran semipermeabel buatan juga tersedia.
Gaya tarik menarik antarmolekul yang besar dalam cairan menghasilkan
viskositas yang tinggi. Koefisien viskositas didefinisikan sebagai
hambatan pada aliran cairan. Gas juga memiliki viskositas, tetapi
nilainya sangat kecil. Dalam kasus tertentu viskositas gas memiliki
peran penting, misalnya dalam peawat terbang.
Tegangan permukaan juga merupakan sifat fisik yang
berhubungan dengan gaya antarmolekul dalam cairan dan didefinisikan
sebagai hambatan peningkatan luas permukaan cairan. Awalnya tegangan
permukaan didefinisikan pada antarmuka cairan dan gas. Namun, tegangan
yang mirip juga ada pada antarmuka cairan-cairan, atau padatan dan gas.
Tegangan semacam ini secara umum disebut dengan
tegangan antarmuka.
Tarikan antarmolekul dalam dua fas dan tegangan permukaan di antarmuka
antara dua jenis partikel ini akan menurun bila tempeartur menurun.
Tegangan antarmuka juga bergantung pada struktur zat yang terlibat.
Molekul dalam cairan ditarik oleh molekul di sekitarnya secara homogen
ke segala arah. Namun, molekul di permukaan hanya ditarik ke dalam oleh
molekul yang di dalam dan dengan demikian luas permukaan cenderung
berkurang. Inilah asal mula teori tegangan permukaan. Bentuk tetesan
keringat maupun tetesan merkuri adalah akibat adanya tegangan permukaan.