Tampilkan postingan dengan label Netralisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Netralisasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2012

PRESENTASI NETRALISASI

Netralisasi adalah Reaksi antara ion hidronium dengan ion hidrokdsida membentuk air.

Reaksi antara asam kuat dengan basa kuat membentuk garam bersifat netral.

2. Reaksi antara asam lemah dengan basa kuat membentuk garam bersifat basa.

3. Reaksi antara asam kuat dengan basa lemah membentuk garam bersifat asam.

Kurva titrasi adalah Kurva yang menunjukkan grafik volume penitar pada sumbu x dan perubahan pH pada sumbu y saat proses tritrasi

 

Titrasi Asam Kuat Dengan Basa Kuat

Pada tahap awal, perubahan pHnya lambat. Perubahan pH sangat cepat dekat titik ekivalen. Dekat titik ekivalen, pH berubah beberapa satuan hanya dengan penambahan beberapa tetes basa.

 

Titrasi asam lemah dengan basa kuat

Sebelum titik ekivalen sampai titik ekivalen, perubahan pH agak lambat. Perubahan pH yang perlahan sebelum titik ekivalen adalah akibat bekerjanya buffer. Sebelum titik ekivalen, terdapat larutan natrium asetat (garam dari asam lemah dan basa kuat) dan asam asetat (asam lemah).

Titrasi asam kuat dan lemah

Kurva titrasi nya curam namun perubahannya cepat di dekat titik kesetimbangan. Akibatnya titrasi masih mungkin asalkan indikator yang tepat dipilih yakni indikator dengan rentang indikator yang sempit.

Titrasi asam lemah dan basa lemah

Kurva titrasinya tidak akan curam pada titik kesetimbangan dan perubahan pHnya lambat. Jadi tidak ada indikator yang dapat menunjukkan perubahan warna yang jelas. Hal ini berarti titrasi semacam ini tidak mungkin dilakukan.

NETRALISASI

A. Netralisasi
Neutralisasi dapat didefinisikan sebagai reaksi antara proton (atau ion hidronium) dan ion hidroksida membentuk air. Dalam bab ini kita hanya mendiskusikan netralisasi di larutan dalam air.
Stoikiometri netralisasi
nAMAVA = nBMBVB
jumlah mol proton jumlah mol ion hidroksida
subskrip A dan B menyatakan asam dan basa, n valensi, M konsentrasi molar asam atau basa, dan V volume asam atau basa.
 
B. Garam
Selain air, terbentuk NaCl dari ion khlorida, ion lawan dari proton, dan ion natrium, ion lawan basa. Zat yang terbentuk dalam netralisasi semacam ini disebut dengan garam. Asalkan reaksi netralisasinya berlangsung dalam air, baik ion natrium dan ion khlorida berada secara independen sebagai ion, bukan sebagai garam NaCl. Bila air diuapkan, natrium khlorida akan tinggal. Kita cenderung percaya bahwa garam bersifat netral karena garam terbentuk dalam netralisasi. Memang NaCl bersifat netral. Namun, larutan dalam air beberapa garam kadang asam atau basa. Misalnya, natrium asetat, CH3COONa, garam yang dihasilkan dari reaksi antara asam asetat dan natrium hidroksida, bersifat asam lemah.

C. Kurva Titrasi

(1) TITRASI ASAM KUAT DAN BASA KUAT.

(2). TITRASI ASAM LEMAH DENGAN BASA KUAT

(3) TITRASI BASA LEMAH DENGAN ASAM KUAT




(4) TITRASI BASA LEMAH (ASAM LEMAH) DENGAN ASAM LEMAH (BASA LEMAH).



D. Kerja Buffer
Kerja bufer didefinisikan sebagai kerja yang membuat pH larutan hampir tidak berubah dengan penambahan asam atau basa. Larutan yang memiliki kerja bufer disebut larutan bufer. Sebagian besar larutan bufer terbentuk dari kombinasi garam (dari asam lemah dan basa kuat) dan aam lemahnya. Cairan tubuh organisme adalah larutan bufer, yang akan menekan perubahan pH yang cepat, yang berbahaya bagi makhluk hidup.


E, Indikator
Pigmen semacam fenolftalein dan metil merah yang digunakan sebagai indikator titrasi adalah asam lemah (disimbolkan dengan HIn) dan warnanya ditentukan oleh [H+] larutan.
Rentang pH yang menimbulkan perubahan besar warna indikator disebut dengan interval transisi. Alasan mengapa ada sedemikian banyak indikator adalah fakta bahwa nilai pH titik ekivalen bergantung pada kombinasi asam dan basa. Kunci pemilihan indikator bergantung pada apakah perubahan warna yang besar akan terjadi di dekat titik ekivalen.